Bidan Desa dan KPM Lenggerong Hadiri Orientasi Screening Balita Kurus Melalui Pemantauan Pertumbuhan

Lenggerong.desa.id_Untuk menvalidasi data balita stunting di desa, kecamatan, dan kabupaten, Dinas Kesehatan Pemalang menyelenggarakan pertemuan orientasi screening balita kurus melalui pemantauan pertumbuhan, Senin (2/11/2020). Acara yang bertempat di Aula I Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang merupakan angkatan ke-2 yang diikuti oleh Bidan Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Hadir juga sebagai narasumber dari Dinkes Pemalang, Bappeda Pemalang, dan TA PMD.

Susi Kusumawati narasumber dari Dinas Kesehatan Pemalang, mengatakan wilayah kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penyumbang angka stunting di Indonesia. Pada tahun 2020 ini kabupaten Pemalang ada 20 lokus stunting dan setiap tahunnya akan ditambah lagi sepuluh lokus, sehingga semua desa dapat ditemukan untuk kemudian dilakukan pencegahan dan penanganan stunting. Saat ini angka stunting di Pemalang sudah turun menjadi 12 % dibanding tahun 2018 mendapatkan lokus yakni 27 %. Dikatakannya, bahwa ada 4 faktor penyebab stunting mulai dari konsumsi gizi, pola asuh, pelayanan kesehatan hingga kesehatan lingkungan.

Sementara itu Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Bidang Kesmas Dinkes Pemalang, dr. Tettie Aidawati berharap, Stunting di Kabupaten Pemalang bisa terus ditekan. Salah satu dengan penguatan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dengan salah satu strateginya dilakukan melalui perbaikan gizi masyarakat. Untuk memperoleh informasi pencapaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan dan dapat dipertanggung jawabkan, perlu dilaksanakan kegiatan surveilans gizi di seluruh wilayah Puskesmas.

Siti Mutaharoh, S.Gz menjelaskan untuk pemantauan pertumbuhan balita dapat menggunakan Aplikasi pencatatan dan pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM). EPPGBM digunakan untuk pengambilan data stunting, sehingga dapat dipergunakan semua OPD yang terlibat dalam penanganan stunting.

Tenaga Ahli PMD, Setia Pambudi menjabarkan Permendesa PDTT No. 13 tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2021.  Salah satu  program prioritas nasional sesuai kewenangan desa adalah pencegahan stunting di desa.

Pencegahan stunting di desa antara lain : 1) Pengelolaan advokasi konvergensi pencegahan stunting di Desa dengan menggunakan aplikasi digital electronic-Human Development Worker (e-HDW). 2) Pemberian insentif untuk Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader posyandu dan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, 3) Tindakan promotif dan preventif untuk pencegahan stunting melalui rumah desa sehat, dan 4) Memberikan layanan peningkatan layanan kesehatan, peningkatan gizi dan pengasuhan anak. (*Pakar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *